banner 728x90
Berita  

Sholawat Regge Hamid Uye Meriahkan Sedekah Desa Karanglo Jombang

JPN-Jombang

Foto: Group Sholawat Gambus Regge Hamid Uye Saat Acara Sedekah Desa Karanglo
banner 120x600

JPNOnline.com – Tradisi tahunan Sedekah Desa atau yang lebih dikenal sebagai sedekah bumi, kembali digelar meriah oleh warga Desa Karanglo, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, pada Jumat (18/7/2025). Kegiatan yang merupakan warisan budaya leluhur ini tidak hanya menjadi ajang syukuran atas hasil bumi, tetapi juga wadah silaturahmi dan pelestarian budaya lokal. Tahun ini, suasana menjadi lebih istimewa dengan hadirnya hiburan religi Sholawat Gambus Regge yang dibawakan oleh grup ternama asal Tegal Jawa Tengah —Hamid Uye.

Kegiatan sedekah desa diawali dengan khidmat melalui pembacaan Khotmil Qur’an, sebagai bentuk doa dan harapan atas limpahan rezeki dan keselamatan warga Karanglo. Memasuki malam harinya, suasana berubah menjadi penuh semangat dan keharuan saat lantunan sholawat bergema memenuhi udara desa.

banner 728x90

Hamid Uye dan grup Gambus Regge tampil menghibur masyarakat dengan irama sholawat khas yang memadukan unsur tradisional Timur Tengah dan alunan musik regge. Inovasi ini disambut hangat oleh masyarakat yang tak hanya berasal dari Karanglo, namun juga warga dari desa-desa sekitar yang ikut hadir memadati area pertunjukan. Anak-anak, remaja, hingga orang tua tampak larut dalam alunan sholawat seperti Ya Asyiqal Musthofa, Rahman Ya Rahman, dan beberapa sholawat populer lainnya yang dibawakan dengan gaya penuh semangat namun tetap syahdu.

“Ini pertama kalinya kami menghadirkan grup Sholawat Regge seperti Hamid Uye. Alhamdulillah, masyarakat menyambut dengan sangat antusias. Ini membuktikan bahwa dakwah bisa dikemas dengan cara yang menyenangkan tanpa mengurangi nilai-nilai spiritualnya,” ujar Habib Ghofir, S.IP, Kepala Desa Karanglo, di sela-sela acara.

Ia juga menjelaskan bahwa Sedekah Desa Karanglo selalu dilaksanakan setiap tahun dan menjadi momentum penting untuk menyeimbangkan kegiatan keagamaan dan adat istiadat Jawa. Selain Khotmil Qur’an dan hiburan sholawat, kegiatan lain yang menjadi rangkaian acara adalah tumpengan, doa bersama sesepuh desa, serta kegiatan gotong-royong membersihkan lingkungan sekitar.

Antusiasme warga terlihat dari padatnya kerumunan sejak sore hari. Banyak warga yang datang membawa tikar, makanan, dan duduk bersama keluarga sambil menyaksikan lantunan sholawat. Bahkan, beberapa pedagang kaki lima dan UMKM lokal ikut meramaikan area dengan berjualan makanan, minuman, dan pernak-pernik Islami. Kegiatan ini secara tidak langsung juga menggeliatkan roda ekonomi kecil di desa.

Salah satu warga, Bu Sutik (47), mengaku sangat senang dengan adanya hiburan religi seperti ini.

“Biasanya kalau sedekah desa Karanglo tumpengan, wayang  dan Sholawatan Tapi ini beda, bisa bersholawat bersama anak-anak dengan alunan musik Regge. Rasanya sejuk di hati,” ucapnya penuh senyum.

Sementara itu, Hamid Uye, selaku pimpinan grup Sholawat Regge, merasa bersyukur dapat tampil di tengah-tengah masyarakat Karanglo. Ia menyebut bahwa membawa dakwah melalui musik adalah cara untuk menjangkau lebih banyak kalangan, khususnya generasi muda.

“Sholawat adalah bentuk cinta kepada Rasulullah. Lewat musik regge ini, kami ingin anak-anak muda ikut merasakan nikmatnya bersholawat. Dan alhamdulillah, malam ini luar biasa semangatnya warga Karanglo,” katanya.

Kegiatan Sedekah Desa Karanglo ini ditutup dengan doa bersama dan penyampaian harapan agar desa selalu dalam lindungan Tuhan, hasil panen melimpah, serta masyarakat diberi kesehatan dan keberkahan.

Dengan kemasan acara yang menggabungkan nilai religius, budaya, dan hiburan, Sedekah Desa Karanglo tahun ini bukan hanya menjadi momen syukuran, tetapi juga sarana memperkuat identitas desa yang Islami dan berbudaya. Kehadiran Sholawat Regge terbukti mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat dalam suasana penuh kedamaian dan sukacita. (FTR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *