banner 728x90
Berita  

Kantor Ranting NU Desa Karanglo Diresmikan, Ketua MWC NU Mojowarno: Ini Benteng Akidah dan Pelayanan Umat

JPN-Jombang

Foto: Ketua MWC NU Kecamatan Mojowarno Kyai Habib Ghofir Saat Peresmian Kantor Ranting NU Desa Karanglo
banner 120x600

JPNOnline.com _ Sebuah langkah penting dalam memperkuat basis organisasi Nahdlatul Ulama (NU) di tingkat desa telah diwujudkan di Dusun Bajang, Desa Karanglo, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang. Pada Selasa, 30 Juli 2025, Kantor Ranting NU resmi diresmikan dalam suasana penuh khidmat dan syukur.

Acara ini dirangkaikan dengan kegiatan tasyakuran yang dihadiri Ketua MWC NU Kecamatan Mojowarno Kyai Habib Ghofir, Ketua Ranting NU Desa Karanglo Habiburrahman, Ketua Muslimat Luluk Khumaidah, Ketua Anshor Lukman Hakim, IPNU/IPPNU, Banser dan warga NU

banner 728x90

Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Mojowarno, Kyai Habib Ghofir, S.IP., menyampaikan bahwa peresmian kantor ini bukan hanya simbol fisik semata, tetapi merupakan wujud nyata dari penguatan peran NU sebagai pilar keagamaan dan sosial di tingkat akar rumput.

“Kantor ranting NU ini akan menjadi benteng akidah Ahlussunnah wal Jamaah, tempat pelayanan umat, sekaligus pusat pemberdayaan masyarakat. Ini adalah rumah besar NU di desa,” tegas Kyai Habib dalam sambutannya.

Kehadiran kantor ranting NU di Desa Karanglo membawa manfaat strategis yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Bangunan ini diharapkan menjadi pusat dari berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kehidupan warga, di antaranya:

Penguatan Struktur Organisasi: Menyokong kesinambungan gerakan NU hingga tingkat paling bawah agar lebih sistematis dan terorganisasi.

Fasilitasi Kegiatan Sosial dan Keagamaan: Seperti tahlilan, yasinan, pengajian rutin, hingga kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat luas.

Pelayanan Umat: Kantor ini akan digunakan untuk kegiatan penyaluran zakat, infak, dan sedekah, serta konsultasi keagamaan.

Pemberdayaan Ekonomi Umat: Menjadi titik awal pengembangan UMKM dan koperasi berbasis komunitas NU.

Peningkatan Kualitas SDM: Digunakan untuk program pendidikan, pelatihan, dan peningkatan kapasitas kader dan warga.

Pusat Dakwah dan Edukasi Islam: Untuk menyebarkan nilai-nilai Islam moderat dan menjaga tradisi keagamaan ala Aswaja.

Sinergi Pemerintah dan NU: Menjadi jembatan kolaborasi antara NU dengan pemerintah desa dalam mendukung pembangunan dan pelayanan publik.

Peningkatan Silaturahmi: Membangun jejaring antarwarga NU dan antarlembaga dalam satu wadah kebersamaan.

Menurut Kyai Habib Ghofir, kantor ini bukanlah sekadar bangunan administratif, melainkan tempat yang akan menjadi pusat gerakan sosial keagamaan yang inklusif dan berkelanjutan.

“NU tidak boleh hanya kuat di kota atau pusat, tapi juga harus berakar kuat di desa-desa. Di sinilah kita menjaga Islam yang ramah, menjaga tradisi, dan membela kepentingan umat,” ujar beliau.

Peresmian kantor ini menjadi momentum penting dalam mempertegas komitmen NU Mojowarno untuk hadir secara langsung dalam kehidupan masyarakat desa, menguatkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin, dan memperkuat silaturahmi dalam keberagaman.

Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, menandai semangat baru dalam perjuangan NU di tingkat desa. Bagi warga Dusun Bajang, kantor ini menjadi simbol kehadiran NU yang lebih dekat, lebih membumi, dan lebih melayani.

Tim Redaksi : JPNOnline

Editor : Fatur Pers

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *