banner 728x90
Berita  

Doa Bersama di Makam Mbah Gati: Merawat Tradisi dan Sejarah Leluhur Desa Menganto

JPN-Jombang

Foto: Makam Mbah Pronojiwo Di Desa Menganto Kecamatan Mojowarno Jombang
banner 120x600

JONOnline.com – Tradisi budaya dan spiritual masih begitu kental terasa di Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang. Salah satu wujud nyata dari pelestarian tradisi itu adalah kegiatan doa bersama yang rutin dilaksanakan setiap Bulan Suro (Muharram) di punden Makam Mbah Gati. Kegiatan ini bukan sekadar ritual, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan dan rasa syukur masyarakat atas jasa leluhur yang telah membuka jalan bagi berdirinya Desa Menganto.

Makam Mbah Gati yang terletak di Dusun Menganto merupakan saksi bisu sejarah panjang desa ini. Mbah Gati Pranojiwo, demikian nama lengkapnya, diyakini sebagai sosok pembabat alas pertama yang membuka kawasan yang kini dikenal sebagai Desa Menganto. Menurut cerita turun-temurun yang dijaga oleh para sesepuh desa, Mbah Gati berasal dari Kerajaan Siliwangi, sebuah kerajaan besar yang pernah berdiri di tanah Pasundan.

banner 728x90

Penjaga makam atau juru kunci setempat, Dihardi, menceritakan bahwa selain Makam Mbah Gati, di area punden ini juga terdapat makam Sri Wulandari dan Mbah Antiribut yang merupakan adik dari Mbah Gati. Keberadaan ketiga makam ini semakin memperkuat keyakinan masyarakat bahwa punden tersebut memiliki nilai sejarah dan spiritual yang sangat tinggi. Tak heran jika banyak orang dari luar Desa Menganto, bahkan dari luar kota, datang untuk berziarah dan melakukan tirakat di malam Suro.

“Setiap Bulan Suro banyak peziarah yang datang. Mereka biasanya mengadakan tirakat, memohon keselamatan, kelancaran rezeki, dan juga keberkahan hidup,” ungkap Dihardi, Jumat (11/07)

Selain menjadi momentum spiritual, kegiatan doa bersama ini juga mempererat tali silaturahmi antarwarga. Suasana khidmat tercipta saat ratusan warga berkumpul di makam, membawa tumpeng dan berbagai sesaji sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan dan penghormatan kepada Mbah Gati.

Kepala Desa Menganto, Yunus Ardiansyah, S.Pd., menegaskan pentingnya pelestarian tradisi doa bersama ini. “Mbah Gati adalah leluhur yang membabat alas dan mendirikan Desa Menganto. Melalui doa bersama setiap Bulan Suro ini, kita tidak hanya mendoakan beliau, tetapi juga mengenang perjuangan dan jasa-jasanya. Tanpa beliau dan para leluhur lainnya, kita tidak akan bisa menikmati kehidupan seperti sekarang,” tutur Yunus.

Lebih lanjut, Yunus juga menyampaikan bahwa Makam Mbah Gati telah ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya lokal. Pemerintah Desa Menganto berkomitmen untuk merawat dan memperbaiki area makam agar generasi muda dapat memahami sejarah desanya dan menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas lokal.

“Pemerintah Desa berencana melakukan pembangunan di sekitar makam, baik dari sisi infrastruktur maupun perbaikan fasilitas pendukung, supaya peziarah yang datang bisa merasa lebih nyaman. Kami berharap masyarakat juga ikut menjaga kebersihan dan keasrian makam,” tambahnya.

Selain upaya fisik, upaya non-fisik juga dilakukan, seperti sosialisasi kepada generasi muda agar tetap mengenal tradisi dan sejarah leluhur. Kegiatan budaya seperti ini diharapkan menjadi benteng moral dan spiritual di tengah gempuran modernisasi.

Di sela kegiatan doa bersama, suasana kebersamaan dan kekeluargaan begitu terasa. Warga saling berbagi makanan dan cerita, mempererat hubungan yang sudah terjalin sejak lama. Kehadiran para peziarah dari berbagai daerah juga menambah suasana semakin semarak.

Tradisi doa bersama di Makam Mbah Gati bukan hanya tentang ritual semata, tetapi juga mengandung nilai-nilai penting seperti gotong royong, penghargaan terhadap sejarah, serta rasa syukur kepada Sang Pencipta. Semangat melestarikan tradisi ini menunjukkan betapa Desa Menganto sangat menghormati akar budayanya.

Dengan semangat kebersamaan, diharapkan tradisi doa bersama ini dapat terus lestari hingga anak cucu kelak. Sebab, menjaga tradisi berarti juga menjaga jati diri dan warisan berharga yang ditinggalkan para leluhur. (FTR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *