JPNOnline.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Pemerintah Desa Kertorejo, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, menggelar acara istimewa berupa pagelaran seni tradisional wayang kulit. Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Balai Desa Kertorejo ini menghadirkan dalang kondang asal Blitar, Ki Rudi Gareng, yang tampil bersama grup lawak Percil Cs.
Acara tersebut berlangsung meriah dengan dihadiri berbagai elemen masyarakat dan tokoh penting. Hadir Kepala Desa Kertorejo Dra. Hj. Suisti, jajaran Muspika Kecamatan Ngoro, para Kepala Desa se-Kecamatan Ngoro, tokoh masyarakat, serta ratusan warga Desa Kertorejo yang antusias menyaksikan pertunjukan budaya tersebut.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Kertorejo, Dra. Hj. Suisti, menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk merefleksikan makna perjuangan bangsa.
“Pagelaran wayang kulit ini bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana untuk memahami nilai-nilai luhur budaya bangsa. Mari kita rayakan kemerdekaan ini dengan kegiatan positif, sehingga kita bisa tahu dan mengerti makna sejati dari kemerdekaan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh masyarakat Desa Kertorejo untuk terus meningkatkan kreativitas dan semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.“Dengan kemerdekaan ini mari kita tingkatkan kreativitas dalam karya, bekerja keras, dan berusaha. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Kertorejo yang telah menjaga kebersamaan dan guyub rukun tanpa memandang perbedaan. Mari kita cintai desa kita, sehingga Kertorejo bisa semakin maju, baik dalam pembangunan maupun perekonomian,” tambahnya.
Pagelaran wayang kulit yang disuguhkan malam itu berhasil memikat perhatian warga dari berbagai kalangan. Kehadiran lawakan khas Percil Cs menambah suasana menjadi lebih hidup, penuh gelak tawa, dan sekaligus menghibur penonton.
Selain sebagai tontonan, wayang kulit juga memiliki makna tuntunan. Kisah-kisah pewayangan yang dibawakan dalang sarat dengan nilai moral, filosofi kehidupan, serta pesan-pesan kebajikan. Kehadiran seni tradisi dalam momentum HUT RI ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya melestarikan warisan budaya leluhur di tengah derasnya arus modernisasi.
Warga baik dari Desa Kertorejo maupun dari luar tampak antusias memenuhi area Pendopo Balai Desa sejak sore hari. Tidak sedikit yang datang bersama keluarga untuk menyaksikan langsung pagelaran budaya ini. Beberapa pedagang kecil juga tampak meramaikan suasana dengan membuka lapak jajanan di sekitar lokasi acara, sehingga menambah semarak peringatan HUT RI ke-80 tersebut.
Seorang warga setempat, Marlan (60) mengaku senang dengan kegiatan yang digelar pemerintah desa.
“Acara seperti ini jarang-jarang ada. Selain bisa nonton wayang, kami juga bisa kumpul bersama warga lain. Harapan saya ke depan acara semacam ini terus dilestarikan,” ujarnya.
Peringatan HUT RI ke-80 di Desa Kertorejo ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi antarwarga. Dengan semangat gotong royong dan persatuan, masyarakat Desa Kertorejo menunjukkan bahwa kemerdekaan bisa dimaknai dengan menjaga kebersamaan serta membangun desa menuju arah yang lebih baik.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Kertorejo berharap semangat perjuangan para pahlawan dapat terus hidup dalam diri setiap generasi, sekaligus menjadi motivasi untuk mewujudkan desa yang aman, tentram, sejahtera, dan maju dalam segala aspek kehidupan.
Reporter : Redaksi JPNOnline
Editor : Fatur Pers